新闻是有分量的

Arcandra Tahar:Apa yang terjadi pada saya adalah takdir Tuhan

2016年8月16日下午5:09发布
2016年8月16日下午5:18更新

SERAH TERIMA JABATAN。 Mantan Menteri ESDM Sudirman Said(kanan)berbincang dengan Menteri ESDM Arcandra Tahar(kiri)saat serah terima jabatan di gedung Kementerian ESDM di Jakarta,Rabu,27 Juli。 Foto oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

SERAH TERIMA JABATAN。 Mantan Menteri ESDM Sudirman Said(kanan)berbincang dengan Menteri ESDM Arcandra Tahar(kiri)saat serah terima jabatan di gedung Kementerian ESDM di Jakarta,Rabu,27 Juli。 Foto oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Mantan Menteri ESDM,Arcandra Tahar akhirnya berkomentar mengenai pencopotannya dari kabinet kerja oleh Presiden Joko“Jokowi”Widodo pada Senin malam,15 Agustus。 Hal itu dia sampaikan ketika memberikan kuliah tujuh menit(kultum)di Masjid Al-Azhar,Kebayoran Baru,Jakarta Selatan pada Selasa,16 Agustus。

Menurut Arcandra apa yang terjadi pada dirinya selama hampir 1 bulan belakangan itu merupakan takdir Tuhan。 Dia mengaku tidak pernah memprediksi akan dipilih sebagai Menteri oleh Presiden Jokowi。 Pria asal Padang itu juga tak menduga jabatan tersebut hanya dipegangnya selama 20 hari。

“Rasanya bagi saya(setelah tidak jadi Menteri),insya Allah tidak ada bedanya.Bahkan,dalam pidato pelantikan saya di Kementerian ESDM tempo hari,saya mengatakan jabatan itu tidak kekal。Yang kekal adalah persahabatan,”ujar Arcandra pada Selasa,16 Agustus。

Dia menyebut jabatan sewaktu-waktu bisa diambil kembali oleh Tuhan。 Selaku manusia,kata Arcandra,yang bisa dilakukan hanya berencana dan berusaha untuk mengemban posisi itu sebaik mungkin。

“Allah lah yang menentukan akhirnya.Jika Allah berkehendak,maka kun fayakun akan jadi.Kita juga menyaksikan kalau allah berkehendak yang lain lagi,maka kun fayakun tetap jadi,”tuturnya。

Dia mengaku berangkat ke Amerika Serikat pada tahun 1996 lalu。 Ayah dua anak itu baru kembali ke Indonesia 3 hari sebelum dilantik yakni pada hari Minggu。

Kendati hanya berada di Kabinet Kerja,namun Arcandra menolak jika peristiwa yang menimpanya adalah sebuah cobaan。 Sebab,dia percaya itu semua sudah menjadi takdir。

“Semua sudah digariskan oleh Allah.Manusia hanya bisa berencana,tetapi the best planner tetap Allah,”katanya lagi。

Dalam kesempatan itu,Arcandra sempat berkomunikasi menggunakan Bahasa Minang。 Hal itu atas permintaan salah satu jemaah yang mengikuti tausyiah di masjid tersebut。

Nan kababaso Padang,mungkin ambo,kog ado tadi lai tacaliak mungkin dak tasapo.Lai tasapo tapi indak tasalami.Lai tasalami tapi indak tasuruah duduak tadi mohon maah sabaleh jo kapalo 。(Yang akan berbahasa Padang mungkin saya.Kalau ada tadi ada yang kelihatan mungkin tidak sempat ditegur.Addunun yang ditegur tapi tidak tersalami,adapun yang tersalami tapi tidak dipersilahkan duduk tadi,mohon maaf sebelas jari dgn kepala),“katanya。

Arcandra melanjutkan sebagai manusia,dia tidak pernah luput dari kesalahan。 Oleh sebab itu,dia mengimbau agar setiap manusia melakukan introspeksi ke dirinya sendiri。

“Saya bukan malaikat,hanya malaikat yang tidak punya salah.Jadi kalau dalam perjalananya sampai hari ini ada kata-kata salah,mungkin pulsa bapak-bapak terbebani karena热门话题saya mohon ikhlaskan.Begitu juga waktu bapak habis karena anak satu ini,”tuturnya LAGI。

Kendati tidak ingin menjelaskan status kewarganegaraannya,tetapi Arcandra menyebut tidak bermaksud mencemarkan nama baik bangsa。 Dia mengaku hanya ingin mengabdikan diri kepada Tanah Airnya。

TAKDIR TUHAN。 Mantan Menteri ESDM,Arcandra Tahar tengah memberikan kultum di Masjid Al-Azhar,Kebayoran,Jakarta Selatan pada Selasa,16 Agustus。 Dalam kultum itu,Arcandra berkomentar mengenai pencopotan dirinya sebagai Menteri ESDM。 Foto:istimewa

TAKDIR TUHAN。 Mantan Menteri ESDM,Arcandra Tahar tengah memberikan kultum di Masjid Al-Azhar,Kebayoran,Jakarta Selatan pada Selasa,16 Agustus。 Dalam kultum itu,Arcandra berkomentar mengenai pencopotan dirinya sebagai Menteri ESDM。 Foto:istimewa

Arcandra punya kelebihan

Menteri Koordinator bidang kemaritiman,Luhut Panjaitan yang semula begitu semangat membela Arcandra,pada akhirnya mengakui terjadi kekeliruan。 Namun,dia meminta kepada publik,agar tidak semata fokus kepada kesalahan yang dilakukan Arcandra。

“Dia(Arcandra Tahar)punya banyak kelebihan yang selama ini tidak kita ketahui.Berdasarkan penghitungannya,Pak Arcandra berhasil menurunkan biaya pengembangan Blok Masela yang semula US $ 22 miliar menjadi US $ 15 miliar,”tutur Luhut yang ditemui di Gedung DPR pasca pidato kepresidenan pada Selasa ,16阿古斯图斯。

Penurunan名义杨signifikan juga terjadi untuk proyek pengembangan laut dalam di Selat望加锡。 Isu lain yang sempat dibahas bersama Arcandra yakni koordinasi dengan Kemko Maritim untuk mengalirkan gas yang berada di dekat Kepulauan Natuna ke pulau tersebut dan Batam。

Luhut pun meminta agar publik tidak berburuk sangka terhadap Arcandra dengan menyebutnya akan membocorkan kepada Pemerintah Amerika Serikat informasi proyek migas di Indonesia。

Hingga saat ini,pihak Istana tidak menjelaskan dengan gamblang apa penyebab Arcandra diberhentikan secara hormat。 Juru bicara kepresidenan Johan Budi hanya menyebut yang dilakukan Presiden Jokowi sebagai bentuk respons terhadap pertanyaan publik selama ini。

Dia pun juga membantah jika Istana kecolongan ketika melantik Arcandra sebagai Menteri ESDM。

“Presiden juga memperoleh info dan data yang berkembang dari berbagai pihak,lalu masuk ke Beliau.Begitu pula juga dengan keputusannya memberhentikan dengan hormat(Arcandra)dan menunjuk Pak Luhut sebagai pelaksana tugas sementara,hingga ditunjuk Menteri definitif,”ujar Johan Budi ketika pada Senin malam,15 Agustus。

Sementara,Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia(HAM),Yasonna Laoly membenarkan Arcandra pernah memiliki paspor AS。 Namun,hingga saat ini Arcandra masih tercatat sebagai WNI。

Dia menjelaskan,memang jika merujuk kepada UU Kewarganegaraan,maka status WNI Arcandra gugur。 Tetapi,kehilangan WNI harus dinormalkan melalui keputusan Menteri Hukum dan HAM。

“Jadi secara法律正式belum ada proses pencabutan kewarganegaraan melalui SK Menkumham kepada Pak Arcandra,”kata Yasonna seperti dikutip pada Senin kemarin。 - Rappler.com