新闻是有分量的

Menanti 10 tahun,kakek pencari rumput akhirnya menyapa Ka'bah

发布于2016年8月18日下午2:56
2016年8月18日下午2:56更新

Mutaji memberi makanan rumput kepada sapi majikannya。 Foto oleh Fariz Fardianto

Mutaji memberi makanan rumput kepada sapi majikannya。 Foto oleh Fariz Fardianto

SEMARANG,印度尼西亚 - Peluh Mutaji tampak bercucuran saat membabat rerumputan di lahan kosong belakang kompleks industri Wijaya Kusuma Mangkang,Semarang pada Kamis pagi,18 Agustus。

Tumpukan rumput itu ia panggul lalu dibawa pulang ke kandang sapi milik juragannya。

Rutinitas tersebut sudah ia lakoni selama 10 tahun terakhir sampai kabar bahagia itu mampir di telinganya。

“Saya ndak nyangka hasil nyari rumput selama 10 tahun bisa buat naik haji sama istri,”katanya kepada Rappler dengan logat Jawa kental。

Ia bersama istrinya,Munawarah,telah dijadwalkan berangkat haji dengan kelompok terbang 68 pada 2016年9月2日mendatang。 Keduanya bakal memantapkan niat mereka di Embarkasi Donohudan Boyolali sebelum bertolak ke Makkah。

Keinginannya naik haji bermula tatkala ia diminta oleh tetangganya untuk mencari rumput bagi sapinya pada medio 2006 silam。 Saat itu,ia hanya diminta mencari pakan untuk seekor sapi saja。

Aktivitas mencari rumput untuk pakan sapi itu dilakukannya susah payah。 Ia bahkan rela mendorong gerobak hingga 4公里demi mencari rumput。

“Dulu cuma pakai gerobak.Tapi karena kian tua maka saya beli motor bekas buat mengangkut tumpukan rumput ke kandang,”kata lelaki yang tinggal di RT 03 / RW VII Kampung Kliwonan,Ngaliyan ini。

Rejeki nomplok dari juragan sapi

Ia mengaku terus memanjatkan doa agar niatnya menengok'Rumah Allah'terkabul。 Sembari memanjatkan doa,ia tetap rajin membabat rumput saban hari。 Mutaji selalu berangkat menebas pagi hari dan pulang saat menjelang matahari terbenam。

Selang lima tahun kemudian,hasil jerih payahnya pun membuahkan hasil。 Sapi-sapi yang ia beri pakan rumput akhirnya berkembangbiak hingga menjadi lima ekor。 Tiap sapinya melahirkan,selalu ia jual kembali ke pasar hewan。 Begitu seterusnya sampai ia mampu menghasilkan lima ekor sapi di tahun 2010。

“Dari penjualan lima ekor sapi itu saya ternyata dikasih upah sama Pak juragan.Itu saya sisihkan sedikit buat ndaftar haji 2010 lalu,”ujarnya。

Munawarah,istrinya,双关语menimpali kalau dirinya membantu mencari tambahan uang dari membuka usaha menjahit pakaian。

“Saya rela buka usaha menjahit sebagai bekal tambahan naik haji.Saya awalnya memang enggak yakin tapi membulatkan tekad bersama bapak,”sambungnya。

Niatnya yang tulus ditambah lantunan doa yang ia panjatkan tiap malam rupa-rupanya terkabulkan,saat juragan sapinya tiba-tiba memanggilnya ke rumah。

“Tiap hari,cuma sungguh-sungguh minta sama Allah ingin berangkat haji dan minta dikasih rejeki buat ndaftar.Dan Allhamdullilah kajat saya terkabul juga,”jelasnya dengan mata berkaca-kaca。

“Bila dijumlah semuanya ongkos hajinya Rp 70 juta.Jadi untuk biaya haji ini memang murni dari menggemukkan sapi,”lanjutnya。

Ia menganggap terbang ke Makkah menjadi anugerah tak ternilai baginya。 Baginya,pahit getir hidup bersama sang suami selama ini sudah khatam dilakukan。

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kota Semarang,Ahmad Syamsudin,memastikan Mutaji merupakan satu dari ribuan orang yang akan berangkat haji tahun ini。

“Kita pastikan yang naik haji ke Makkah pada tahun ini ada sebanyak 1.433 orang meliputi 680 jemaah pria dan 772 jemaah perempuan,dari total kuota awal sebanyak 1.457 orang,”ungkapnya。

Para calon haji yang berangkat ke Makkah nantinya terbagi tiga kloter三宝垄,Kudus dan Jepara。 Di luar itu ada dua calon haji meninggal dunia,dan tiga yang menunda keberangkatan karena alasan tertentu。 - Rappler.com。