新闻是有分量的

Napi rekrut bapak,ibu,dan istri jual ekstasi dan sabu-sabu

发布于2016年8月18日9:37
更新时间2016年8月18日下午9:49

Sejumlah tersangka pengedar dan pemakai narkoba ditunjukkan di Mapolresta Malang,Jawa Timur,Kamis(28/1)。 Kepolisian setempat menangkap 28 orang yang terdiri dari pengedar,pemakai dan jaringan narkoba antar narapidana sekaligus menyita barang bukti berupa sabu-sabu,pil ekstasi,ganja serta senjata api dari tangan para tersangka。 ANTARA FOTO / Ari Bowo Sucipto / foc / 16。

Sejumlah tersangka pengedar dan pemakai narkoba ditunjukkan di Mapolresta Malang,Jawa Timur,Kamis(28/1)。 Kepolisian setempat menangkap 28 orang yang terdiri dari pengedar,pemakai dan jaringan narkoba antar narapidana sekaligus menyita barang bukti berupa sabu-sabu,pil ekstasi,ganja serta senjata api dari tangan para tersangka。 ANTARA FOTO / Ari Bowo Sucipto / foc / 16。

BALI,印度尼西亚 - Kepolisian Bali berhasil membongkar sebuah jaringan narkoba yang melibatkan bapak,ibu,dan istri dari seorang bandar narkoba yang sedang menjalani hukuman penjara di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan di Denpasar。

Kapolres Badung Ajun Komisaris Besar Ruddi Setiawan mengatakan pada Kamis,18 Agustus,bahwa pihaknya menahan seorang ibu berinisial AR,57,dalam penggerebekan narkoba di Desa Sanur Kauh,Denpasar Selatan pada Kamis,11 Agustus,lalu。

Suami AR, berinisial NS,berhasil meloloskan diri。

Dalam penggerebekan itu,pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa 984 butir ekstasi,370,6克sabu-sabu,2 buah timbangan elektronik,dan satu bundle plastik kosong。

Dalam pemeriksaan,AR mengaku bahwa dia mendapat narkoba dan pelanggan dari anaknya sendiri yang saat ini mendekam di Lapas Kerobokan,Denpasar karena kasus narkoba。

“Dia mengaku dikendalikan oleh anaknya yang saat ini berada di dalam lapas karena kasus narkoba,”kata Ruddi Setiawan。

Penangkapan AR ini berawal dari tertangkapnya WS,31,istri anak AR yang mendekam di penjara, di sebuah kos-kosan di Lingkungan Kerabaan Langit Banjar Pekandelan Desa Sading,Mengwi。

“Awalnya menantu wanita tertangkap(WS),kemudian ibu mertuanya(AR).Seedangkan bapak mertuanya masih kita buru.Semuanya ini dikendalikan oleh seorang napi di Lapas yang merupakan anak dari AR dan suami WS,”kata Ruddi Setiawan。

Saat ditangkap,WS mengaku mendapat barang haram tersebut dari mertuanya,AR。

“Untung kami cepat,kalau tidak barang bukti berhasil dibuang.Karena semua barang bukti itu sudah ada di dalam keranjang sampah dan akan dibuang,”kata Ruddi Setiawan。

Dalam kesehariannya,pasangan suami-istri ini berjualan kerupuk。 Sejauh ini,menurut pengakuan AR,suaminyalah yang berkomunikasi dengan anaknya di dalam Lapas Kerobokan untuk urusan narkoba。

Atas perbuatannya,tersangka dijerat dengan pasal 114(1)dan pasal 112(2)UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup dan denda paling sedikit Rp1 miliar。 - Rappler.com