新闻是有分量的

Densus 88 gagalkan rencana teror bom di Bali

2016年8月19日下午7:05发布
2016年8月19日下午7:05更新

RENCANA TEROR。 Anggota Densus 88 Anti Teror berhasil menangkap tiga terduga teroris yang berencana melakukan serangan teror di Pulau Bali。 Foto oleh Alyosius Jarot Nugroho / ANTARA

RENCANA TEROR。 Anggota Densus 88 Anti Teror berhasil menangkap tiga terduga teroris yang berencana melakukan serangan teror di Pulau Bali。 Foto oleh Alyosius Jarot Nugroho / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Anggota Detasemen khusus 88 Anti Teror menangkap tiga orang terduga teroris berinisial D别名AIA,AS dan MK di 3 lokasi berbeda pada periode 15-17 Agustus。 Berdasarkan pemeriksaan terhadap ketiganya sementara waktu,diperoleh keterangan 3 terduga teroris akan melakukan serangan teror di Pulau Bali。

Anggota Densus 88 menangkap D别名AIA di Lampung Tengah pada Senin,15 Agustus。 Di hari yang sama,Densus 88 juga menangkap terduga teroris berinisial AS di Ogan Ilir,Sumatera Selatan。 Sedangkan MK ditangkap di kediamannya di Kecamatan Gunungputri,Bogor pada Rabu,17 Agustus。

Dari tangan D别名AIA,Densus 88 menyita bahan baku pembuatan bom berkekuatan besar。 Menurut Karopenmas Divhumas Polri,Brigjen Agus Rianto,bahan baku bom tersebut ditemukan di warnet tempat D bekerja。 Selain itu,polisi juga menemukan beberapa alat peledak。

“Di lokasi ini penyidik menemukan satu wadah yang berisi sekitar 150克水晶berwarna putih.Ternyata itu sejenis triaseton triperoksida(TATP),salah satu bahan peledak primer dengan kekuatan yang cukup besar atau high explosive ,”ujar Agus di kantor Mabes Polri pada Jumat, 19阿古斯特斯。

Sementara,di kediaman D di kecamatan Bumi Ratu,Lampung Tengah,Densus 88 menemukan beberapa barang seperti solder listrik,beberapa kabel dan ada konektor。

“Selain itu ada juga alat switching yang dihubungkan dengan konektor,ada beberapa pipa paralon,gotri,dokumen dan tiga notebook di kediaman D,”kata Agus lagi。

Polisi juga menyita beberapa alat elektronik lain berupa hardisk,3 CPU,kartu SIM telepon seluler,13 hard disk eksternal dam 47 CDR。

Menurut Agus,semua peralatan itu rencananya akan digunakan untuk aksi teror di Bali。

“Ini merupakan amaliyah selain yang dilakukan di Polres Surakarta,”ujar Agus sambil menyebut ketiga terduga teroris merupakan anggota kelompok Jamaah Ashorut Daulah(JAD)。

Kelompok itu diketahui turut terlibat dalam aksi ledakan bom di halaman kantor Polresta Solo sehari sebelum Lebaran。

“Untuk waktu dan lokasi(teror),tentu hanya mereka yang tahu。Sedang,bahan peledak yang kami temukan bisa saja untuk digunakan di Bali.Pemeriksaan masih terus kami lakukan secara intensif,”tuturnya。

Bali sebelumnya sudah pernah diguncang teror besar yakni pada tahun 2002 dan 2005.Dalam serangan teror tahun 2002,sebanyak 202 orang diketahui tewas。 Sementara,teror bom tahun 2005 menyebabkan 23 nyawa melayang。

Serangan teror di kedua peristiwa sengaja ingin menyasar warga asing。 - Rappler.com

BACA JUGA: