新闻是有分量的

FOTO:Menteri Susi tenggelamkan 60 kapal untuk rayakan kemerdekaan Indonesia

发布于2016年8月20日下午7点23分
2016年8月20日下午7:23更新

Kapal asing yang tertangkap pihak berwenang ditenggelamkan di perairan Natuna,Kepulauan Riau,pada 17 Agustus 2016. Foto oleh Humas KKP / Antara

Kapal asing yang tertangkap pihak berwenang ditenggelamkan di perairan Natuna,Kepulauan Riau,pada 17 Agustus 2016. Foto oleh Humas KKP / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Menteri Susi Pudjiastuti memang tak pernah setengah-setengah dalam menindak kapal pencuri ikan di perairan Indonesia。

Tahun ini双关语,bertepatan dengan HUT RI ke-71,ia menenggelamkan 60 kapal asing yang kedapatan“menyelundup”ke perairan Indonesia。

Penenggelaman tersebut berlangsung di 8 lokasi berbeda。

“Ini merupakan hadiah untuk Indonesia,dan menunjukkan konsistensi kami dalam menegakkan hukum,”ujar Kepala Satuan Tugas IUU Fishing Mas Achmad Santosa seperti dikutip dari AFP pada Rabu,17 Agustus,lalu。

Susi mengatakan l okasi penenggelaman adalah di Batam,Parempa(Kalimantan),Ranai(Kepulauan Natuna),Tarakan(Kalimantan Utara),Morotai(Maluku),dan Sorong(Papua Barat)。 Ia sendiri menyaksikan semuanya dari Natuna。

Kementerian Kelautan Perikanan(KKP)menenggelamkan 60 kapal asing di berbagai daerah dengan cara dibocorkan lambung kapalnya dan dicor semen sebagai pemberat。 Foto oleh Humas KKP / Antara

Kementerian Kelautan Perikanan(KKP)menenggelamkan 60 kapal asing di berbagai daerah dengan cara dibocorkan lambung kapalnya dan dicor semen sebagai pemberat。 Foto oleh Humas KKP / Antara

Kapal-kapal itu ditenggelamkan ,tidak diledakkan seperti sebelumnya。

Dua kapal yang ditenggelamkan berbendera Indonesia,sisanya kapal asing。 Bangkai kapal yang tenggelam ke dasar laut itu akan dijadikan terumbu karang buatan。

Susi mengatakan,cara ini sudah cukup untuk menimbulkan efek jera bagi para pencuri ikan Indonesia。 Saya pikir ,ini adalah pesan cukup kuat,”kata Susi。

Sejumlah kapal asing yang tertangkap pihak berwenang siap untuk ditenggelamkan di perairan Natuna,Kepulauan Riau,pada 17 Agustus 2016. Foto oleh Humas KKP / Antara

Sejumlah kapal asing yang tertangkap pihak berwenang siap untuk ditenggelamkan di perairan Natuna,Kepulauan Riau,pada 17 Agustus 2016. Foto oleh Humas KKP / Antara

Berbeda dengan sebelumnya,penenggelaman kali ini cenderung dilakukan diam-diam。 Susi dan lembaganya juga tidak mengungkap asal kapal-kapal yang akan dikaramkan。 Diduga,karena tengah tingginya tensi antara印度尼西亚dengan Tiongkok di perairan tersebut。

印度尼西亚terlibat ketegangan diplomatik setelah penangkapan kapal-kapal pukat Tiongkok di perairan Natuna。

Negeri Tirai Bambu mengklaim sebagian daerah perairan itu sebagai“zona tradisional”bagi nelayan mereka。 Meski demikian,dalil ini ditolak oleh pengadilan arbitrase internasional。 - Rappler.com