新闻是有分量的

Pengaruh kuota terhadap daftar tunggu naik haji

发布于2016年8月24日下午2点10分
2017年8月7日上午11:24更新

IBADAH HAJI。 Sejumlah jemaah calon haji(JCH)Kota Jambi menunggu giliran untuk menaiki bus menuju Bandara Sultan Thaha Jambi sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci dari Asrama Haji Embarkasi Antara Jambi,Rabu,24 Agustus。 Foto oleh Wahdi Septiawan / ANTARA

IBADAH HAJI。 Sejumlah jemaah calon haji(JCH)Kota Jambi menunggu giliran untuk menaiki bus menuju Bandara Sultan Thaha Jambi sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci dari Asrama Haji Embarkasi Antara Jambi,Rabu,24 Agustus。 Foto oleh Wahdi Septiawan / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Sejak awal Agustus,ribuan jemaah haji meninggalkan Tanah Air untuk bertolak ke阿拉伯沙特丹menunaikan rukun伊斯兰教kelima。 Sebagai negara dengan umat穆斯林terbesar di dunia,印度尼西亚tentu diberikan keistimewaan dengan memiliki kuota haji yang tak sedikit。

Pada tahun 2016年,Pemerintah阿拉伯沙特阿联酋成员jatah kuota sebesar 168.800 bagi warga印度尼西亚menunaikan ibadah haji。 Dari jatah itu,sebanyak 155.200 merupakan kuota reguler dan 13.600 adalah kuota haji khusus。

Sayangnya,angka itu justru tidak mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya。

Berdasarkan数据,dalam 5 tahun terakhir,kuota keberangkatan jemaah haji印度尼西亚semakin menurun。 Hal itu disebabkan salah satunya renovasi pra sarana ibadah di Masjidil Haram sejak tahun 2013. Renovasi tersebut diperkirakan baru rampung pada tahun 2017。

Dari数据Kementerian Agama(Kemenag)pada tahun 2011,kuota keberangkatan jemaah haji reguler mencapai 199.848 dengan menyisakan jemaah haji yang belum bisa berangkat haji sebesar 1.521.521 jiwa。

Sedangkan,pada tahun 2015,jumlah kuota haji reguler semakin menurun yakni mencapai 154.455。 Dengan jumlah kuota yang menurun,maka hal itu menyebabkan lebih banyak lagi umat Muslim yang telah mendaftar dan belum bisa berangkat sebanyak 3.014.835 orang。

Kuota dan daftar tunggu

Jumlah kuota yang diberikan oleh pemerintah pusat bagi setiap provinsi,kabupaten atau kota akan turut berpengaruh terhadap daftar tunggu haji di wilayah itu。 Semakin sedikit kuota di area itu,maka hal tersebut bisa berdampak pada waktu tunggu calon jemaah haji。

Mereka terpaksa menunggu lebih喇嘛。 Apalagi,jika peminat di area itu cukup besar。

Sebagai contoh,pada tahun ini Provinsi Aceh memiliki kuota sebanyak 3.111 calon jemaah haji。 Tetapi,ada sebanyak 80.039 calon jemaah yang mendaftar。 Maka,semua calon jemaah haji itu baru bisa diberangkatkan haji hingga tahun 2040。

Berikut数据jumlah kuota haji di 34 provinsi di Indonesia berdasarkan数据dari Kementerian Agama:

Sebaliknya,Kabupaten Maluku Tenggara hanya memiliki kuota haji sebesar 42. Sementara,jumlah calon jemaah haji yang mendaftar adalah 423 orang。 Maka,mereka tidak harus menunggu lebih lama。 Semua calon jemaah haji bisa diberangkatkan hingga tahun 2026 atau hingga 1 dekade mendatang。

Berdasarkan数据dari Kemenag per Maret 2016,ada sebanyak 3 juta calon jemaah haji yang masuk ke dalam daftar tunggu。 Sebenarnya,Kemenag telah mengeluarkan satu regulasi untuk meminimalisasi membludaknya jumlah daftar tunggu calon jemaah。

Menteri Lukman Hakim Saiffudin mengeluarkan Peraturan Menteri Agama(PAM)提名29 tahun 2015 di mana dalamnya terdapat pasal 3 ayat 4. Isinya disebut,jemaah haji yang pernah menunaikan ibadah haji baru dapat melakukan pendaftaran kembali 10 tahun sejak kali terakhir mereka naik haji。 Artinya,harus ada jeda waktu 10 tahun。

Peraturan itu diharapkan dapat mengurangi jumlah antrean tunggu dan memberi kesempatan bagi umat Muslim lainnya yang belum pernah menunaikan ibadah haji。 Sementara,terkait dengan ongkos naik haji,pada tahun ini biaya yang dibutuhkan justru turun rata-rata sebesar Rp 1.768.800。

Berarti,seorang calon jemaah haji harus mengeluarkan biaya rata-rata Rp 36.641.000,00。 Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji(BPIH)tidak lagi menggunakan kurs dollar,melainkan rupiah。

Permasalahan ibadah haji

Penyelenggaraan ibadah haji biasanya selalu diliputi masalah dari tahun ke tahun。 Pada tahun lalu,terjadi 2 tragedi kemanusiaan yakni dan 。

Pada tahun ini,sebanyak oleh pihak imigrasi Filipina karena akan berangkat ke Tanah Suci dengan menggunakan paspor Filipina。 Paspor yang dipegang adalah dokumen asli,tetapi cara memperolehnya secara ilegal。

Ratusan WNI ini diduga menempuh rute perjalanan ke Filipina karena menggunakan kuota haji umat Muslim di negara tersebut。 Hingga kini,mereka masih berada di kantor imigrasi untuk dimintai keterangan。

Sayang,mimpi untuk menunaikan ibadah haji justru batal,karena tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku dan menggunakan dokumen tak sah。

Irjen Kemenag,Muhammad Jasin berpendapat ini merupakan salah satu akibat dari pemotongan kuota keberangkatan jemaah haji asal Indonesia。

“阿拉伯沙特sebenarnya sudah ingin menambah jumlah kuota kepada印度尼西亚,namun pembangunan(di Masjidil Haram)belum bersih betul sehingga kemungkinan baru akan ditambah pada tahun 2017,”katanya ketika dihubungi Rappler pada Selasa,23 Agustus。 - dengan laporan Alif Gusti Mahardika / Rappler.com