新闻是有分量的

Pilgub Jabar:Golkar dukung Ridwan Kamil,Dedi Mulyadi pasrah

2017年11月6日下午6:33发布
2017年11月6日下午6:33更新

Dedi Mulyadi saat jumpa pers merespon SK rekomendasi dukungan Partai Golkar terhadap Ridwan Kamil di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Barat,Jalan Maskumambang Kota Bandung,Senin 2017年11月6日。摄影oleh Yuli Saputra / Rappler

Dedi Mulyadi saat jumpa pers merespon SK rekomendasi dukungan Partai Golkar terhadap Ridwan Kamil di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Barat,Jalan Maskumambang Kota Bandung,Senin 2017年11月6日。摄影oleh Yuli Saputra / Rappler

BANDUNG,印度尼西亚 - Partai Golkar telah memastikan dukungannya terhadap Ridwan Kamil sebagai calon gubernur di Pemilihan Gubernur(Pilgub)Jawa Barat 2018. Kepastian itu ditunjukan dengan keluarnya Surat keputusan(SK)Rekomendasi pencalonan Ridwan Kamil yang dipasangkan dengan kader Partai Golkar Daniel Mutaqien Syafiuddin。

Sebagai orang yang pernah diwacanakan menjadi calon gubernur oleh parpolnya,Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat,Dedi Mulyadi merespon dukungan tersebut。 Namun tidak seperti kader Golkar Jawa Barat lainnya yang kecewa,Dedi justru menunjukkan sikap berbesar hati menerima keputusan itu。

“Saya memahami,kalimat saya adalah memahami keputusan itu,”ujarnya kepada wartawan di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Barat,Jalan Maskumambang Kota Bandung,Senin,2017年11月6日。“Ya cukup memahamilah sebagai kader harus paham apa yang menjadi keputusan pimpinannya。”

Dedi menolak jika memahami keputusan pengurus pusat yang lebih mendukung Ridwan Kamil karena faktor elektabilitas。 Mengacu pada hasil survei terakhir,Dedi menyatakan,elektabilitasnya pun terus naik。 “Ya kalau nanya elektabilitas kan anda tau survei grafiknya terus berjalan,”katanya。

Lebih lanjut Dedi menyatakan sebagai kader partai berlambang Pohon Beringin itu,ia akan tetap menjalankan tugasnya,baik sebagai Bupati Purwakarta maupun Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat。

“Nasib manusia hanya allah yang menentukan,bukan di tangan manusia.Sehingai sebagai kader partai,sebagai bupati saya bekerja sampai akhir masa jabatan,sebagai pimpinan Golkar Jawa Barat saya akan terus menyapa masyarakat,bersilaturahmi,menolong orang-orang yang sakit,menolong orang- orang yang lemah,memperbaiki rumah-rumah yang roboh,memberikan hiburan kepada masyarakat setiap saat karena itu bagian dari kebutuhan masyarakat Jawa Barat,“katanya。

Mengenai nasibnya di Pilgub Jabar,Dedi memasrahkannya pada takdir。 “Di Pilgub jabar itu,seperti air yang mengalir kita ikuti aliran ini mau ke mana,”kata Dedi。

Dedi juga tidak mau berandai-andai ada partai politik yang mendukungnya untuk maju di Pilgub Jabar。 Mengenai dukungan Partai Hanura,Dedi menyampaikan apresiasinya。

“Kita memberi apresiasi kepada Partai Hanura yang telah memberi apresiasi kepada Ketua Golkar Jawa Barat.Artinya jarang partai memberikan penilaian kepada ketua partai,kita berterima kasih。Dan saya juga akan segera menemui Ketua DPD Hanura Jawa Barat,”ungkap Dedi。

Dedi menolak menjawab ketika ditanya kemungkinan dia pindah partai。 Dan dia juga tidak merasa ditinggalkan。 “Perahunya masih di sini kok,gak apa-apa,santai saja,”ujarnya sambil tertawa。

Dedi memang menunjukkan sikap tegar dan menerima apa yang menjadi keputusan pengurus pusat。 Namun sekali-kali dia juga mengeluarkan pernyataan yang cenderung menyindir。

Dedi Mulyadi saat menerima kunjungan Deddy Mizwar yang melakukan safari politik ke kantor DPD Partai Golkar Jawa Barat,Senin 2017年11月6日。摄影oleh Yuli Saputra / Rappler

Dedi Mulyadi saat menerima kunjungan Deddy Mizwar yang melakukan safari politik ke kantor DPD Partai Golkar Jawa Barat,Senin 2017年11月6日。摄影oleh Yuli Saputra / Rappler

Pernyataan itu keluar saat bertemu dengan Deddy Mizwar yang melakukan safari politik ke DPD Partai Golkar Jawa Barat。

Saat ditanya kemungkinan duet dengan Wakil Gubernur Jawa Barat itu,Dedi menjawabnya dengan candaan。 “Ya,kita kan gak punya partai yah,iya kan,”katanya sambil tertawa bersama Deddy Mizwar yang berdiri di sampingnya。

“Kita belum bisa memberikan pernyataan apapun yah,”elak Dedi。

Dedi juga tidak mau mengungkapkan secara gamblang ihwal apa yang dibahas dengan Jenderal Naga Bonar itu。 Ia mengaku hanya bersilaturahmi dan mengobrol hal-hal ringan。 Dengan nada bercanda,Dedi bilang akan membuat film dengan Deddy Mizwar。

“Hari ini menerima pak wakil gubernur,silaturahmi。Dan kemudian sama-sama ingin bikin film,judulnya,ditinggal pergi beus(bis),”katanya diikuti tawa。 “Pacar ketinggalan kereta”,提示Deddy yang juga tertawa。

Sedikit bocoran mengenai pertemuan duo Dedi itu diungkapkan Deddy Mizwar。 Mantan aktor itu mengatakan kunjungannya ke kantor Golkar Jabar ini dalam posisi sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat yang memiliki tugas selaku pembina politik Jawa Barat。 Ia meminta Golkar tetap menjalankan komitmennya membangun Jawa Barat。

“Saya minta sebagai pembina politik,wakil gubernur,komitmen Golkar untuk tetap membangun bersama-sama Jawa Barat.Saya kira itu gak bisa dihindari lagi karena komitmen partai politik,”ujar Deddy。

Deddy juga mengungkapkan banyak sekali kemungkinan-kemungkinan yang bisa dijalin dengan Dedi。 Namun,ia tidak mengungkapkan dengan detil。 “Bincang-bincang aja kemungkinan-kemungkinan yang kita tidak bisa pastikan.Ini kemungkinan banyak sekali,”kata Deddy。

Dedi Mulyadi tidak memungkiri akan terjadi pertemuan-pertemuan berikutnya dengan Deddy Mizwar。 “Pasti(akan bertemu lagi).Kita nanti makan mie kocok bareng,nanti Pak Wagub datang ke Purwakarta makan Sate Maranggi,gak masalah,”kata Dedi。

Tapi Deddy Mizwar menyayangkan kunjungannya ke Dedi Mulyadi tidak membawa korma dan air zamzam,seperti safari politik ke parpol lain karena kehabisan。 “Korma sama zamzam sudah habis,”ujarnya。 “Kita gak kebagian gratifikasi,”kata Dedi menimpali。

Cabut laporan SK bodong

Menyusul kepastian dukungan Partai Golkar ke Ridwan Kamil,Dedi menyatakan akan mencabut laporan perkara SK bodong di Polda Jabar。 Dedi memutuskan tidak mau memperpanjang polemik。

“Hari ini,kami akan mencabut laporan di Polda Jabar.Kita akan mencabut karena itu akan memperpanjang polemik。

Dedi menjelaskan,laporan itu dibuat ketika ada pernyataan dari Sekjen Partai Golkar Idrus Marham yang menyatakan bahwa SK itu bodong。 Dalam SK bodong itu tertulis pernyataan dukungan Partai Golkar terhadap pasangan Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien Syafiuddin,sebagai cagub dan cawagun di Pilgub Jabar。

“Tetapi dengan sekarang nama yang dikatakan bodong dengan hari ini sama,sudah lah kita cabut saja.Ngapain kita harus berpolemik sesama kader Golkar,”kata Dedi。 -Rappler.com