新闻是有分量的

177 WNI pengguna paspor haji Filipina dipindahkan ke KBRI Manila

2016年8月27日上午11:49发布
2016年8月27日上午11:50更新

DIPINDAHKAN KE KBRI MANILA。 177 WNI yang ditangkap karena gunakan paspor Filipina telah dipindahkan ke KBRI Manila,pada Jumat,25 Agustus。 Foto dari Kemenlu

DIPINDAHKAN KE KBRI MANILA。 177 WNI yang ditangkap karena gunakan paspor Filipina telah dipindahkan ke KBRI Manila,pada Jumat,25 Agustus。 Foto dari Kemenlu

雅加达,印度尼西亚 - Sebanyak 177 warga negara印度尼西亚(WNI)yang sempat ditahan oleh pihak imigrasi Bandara Ninoy Aquino Internasional Manila,Filipina akhirnya telah dipindahkan ke KBRI Manila。 Namun,mereka belum bisa dipulangkan ke Tanah Air。 Pemindahan dilakukan sejak hari Kamis malam hingga Jumat kemarin。

(BACA:

“Kondisi 177 WNI secara umum baik。 Tim KBRI bersama Tim dari Kemlu akan menangani mereka selama berada di KBRI,“kata Wakil Duta Besar Indonesia untuk Filipina,Ade Petranto,saat mendampingi Dubes,Johny Lumintang memantau upaya pemindahan para WNI。

Belum boleh pulang

Pemindahan baru dilakukan usai KBRI mendesak Kementerian Kehakiman Filipina untuk mengizinkan,atas pertimbangan ketersediaan fasilitas yang lebih memadai,dan setelah KBRI memberi surat jaminan。

Pada 30 Agustus nanti,pejabat dari Kementerian Kehakiman Filipina dijadwalkan mengunjungi KBRI Manila untuk bertemu 177 WNI itu sehingga diperkirakaan WNI belum dapat pulang sebelum tanggal itu。

Sementara,KBRI Manila telah menekankan bahwa 177 WNI itu adalah korban dan perlu segera dipulangkan,kecuali beberapa orang yang diperlukan kehadirannya sebagai saksi di persidangan。

(BACA: )

Kementerian Luar Negeri RI juga mengirimkan Tim Perbantuan Teknis sejak 20 Agustus untuk membantu tim KBRI dalam menangani para WNI tersebut。

Menghormati hukum setempat

Tim KBRI dan Kementerian Luar Negeri telah mengawal kasus ini sejak awal dan mengupayakan kepulangan 177 WNI。 Pemerintah Indonesia bisa membantu 177 WNI dengan leluasa karena pihak Filipina pun sejak hari pertama memberikan akses kekonsuleran pada KBRI。

“Namun proses itu juga harus menghormati hukum setempat,”kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri,Lalu Muhammad Iqbal。

Ia menjelaskan,proses verifikasi perlu dilakukan untuk memastikan informasi yang diperolah memadai untuk diproses secara hukum di Filipina。

散文verifikasi itu dilakukan Filipina,tim KBRI,dan tim Kementerian Luar Negeri Indonesia sejak hari kedua kejadian ditahannya 177 WNI。

Kini,Duta Besar Indonesia bagi Filipina mengupayakan kepulangan para WNI,kecuali beberapa orang yang menjadi saksi korban dalam persidangan。

“印度尼西亚dan Filipina memiliki kepentingan yang sama agar praktek ilegal ini tidak terulang lagi。 Karena itu kita memiliki kepentingan mendukung proses hukum yg dilakukan pihak Filipina,“kata Iqbal。 -Rappler.com