新闻是有分量的

Teror bom di Gereja Santo Yosep Medan,牧师terluka

发布于2016年8月28日上午11:24
更新时间2016年8月28日下午3:51

Personel Brimob berjaga di halaman Gereja Katolik Stasi Santo Yosep pascaperistiwa teror bom di lokasi tersebut,Medan,Sumatra Utara,pada 28 Agustus 2016. Foto oleh Irsan Mulyadi / Antara

Personel Brimob berjaga di halaman Gereja Katolik Stasi Santo Yosep pascaperistiwa teror bom di lokasi tersebut,Medan,Sumatra Utara,pada 28 Agustus 2016. Foto oleh Irsan Mulyadi / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Sebuah teror bom terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep,棉兰,Sumatera Utara,Minggu pagi,28 Agustus。

Namun pelaku gagal meledakkan bom。 Pemberi khotbah di gereja tersebut,Pastor Albert S. Pandingan,mengalami luka ringan di bagian lengan kiri。

Beberapa saksi mengatakan,peristiwa itu terjadi ketika Pastor Albert hendak berkotbah di mimbar,namun tiba-tiba seorang laki-laki yang diduga berinisial IAH(18 tahun)menghampiri pastor tersebut sambil membawa sebuah bom rakitan dalam tas。

Beberapa jemaat gereja terseja langsung menghubungi pihak kepolisian yang menurunkan tim penjinak bahan peledak dari Satuan Brigade Mobile Kepolisian Daerah Sumatera Utara(Brimob Polda Sumut)。

Selain mengamankan pelaku teror,pihak kepolisian juga melakukan sterilisasi di gereja tersebut melalui tim penjinak bahan peledak dari Satuan Brimob Polda Sumut。

Kronologi kejadian

Menurut Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto pelaku yang diketahui berinisial IAH duduk di samping seorang saksi bernama Nana Manulang(23 tahun)。

Nana mengatakan ia mencurigai pelaku sedang merakit sesuatu yang diduga bom setelah melihat baterai dan pipa yang ada di dalam jaket berwarna emas。

Pelaku kemudian berdiri dan dari dalam ranselnya keluar asap dan suara seperti ledakan petasan,namun tidak terlalu keras。 IAH lalu mendekati arah pastor di mimbar sambil membawa kapak dan memukulkannya ke pastor sambil berlari-lari - Pastor Albert pun terluka di bagian tangan sebelah kiri。

Jemaat serentak bergerak untuk mengamankan pelaku dan menyelematkan牧师。

Penanganan Polisi

Kini,anggota Polresta Medan telah mengamankan lokasi dan menginterogasi pelaku。

Menurut pengakuan IAH,ia awalnya disuruh oleh seseorang yang belum disebutkan namanya untuk melakukan peledakan di Gereja Santo Yosep,Medan。

Tim Polresta Medan kemudian membawa pelaku ke tempat tinggalnya untuk melakukan penggeledahan,apakah masih ada benda yang diduga bom maupun peralatan lain untuk merakit bom yang masih tersisa。

Polresta Medan juga mengimbau seluruh Polsek di Indonesia untuk memperketat keamanan dan penjagaan di gereja-gereja lain。 -Dengan laporan Antara / Rappler.com