新闻是有分量的

Penasihat khusus主持minta kinerja Polda Papua dievaluasi

发布时间2016年8月29日下午5点43分
2016年8月29日下午6:15更新

Masyarakat membakar Kantor Polsek Sugupa di Kabupaten Intan Jaya,Papua pada Sabtu,27 Agustus setelah anggota Brimob menembak mati seroang siswa SMP yang sedang mabuk karena mengonsumsi minuman keras。摄影:Istimewa

Masyarakat membakar Kantor Polsek Sugupa di Kabupaten Intan Jaya,Papua pada Sabtu,27 Agustus setelah anggota Brimob menembak mati seroang siswa SMP yang sedang mabuk karena mengonsumsi minuman keras。 摄影:Istimewa

雅加达,印度尼西亚 - Penasihat khusus总统mengkritik tindakan anggota Brimob di Sugupa,ibukota Kabupaten Intan Jaya,Papua yang menembak mati seorang pelajar Sekolah Menengah Atas yang sedang mabuk pada Sabtu,27 Agustus lalu。

“Kalau dalam kondisi mabuk,itu kan sama saja orang tidak waras kan.Jadi seharusnya dibawa dulu,ditahan dulu,tunggu sadar,”kata Lenis Kagoya,Penasihat Khusus Presiden Joko Widodo asal Papua,di Jakarta pada Senin,29 Agustus。

Anggota Brimob menembak mati Otinus Sondegau di depan rumahnya di Sugupa dan melukai dua teman lain pada Sabtu,27 Agustus

Otinus dan tiga teman lain - Noperianus Belau,Luter Japugau,dan Hans Belau - diduga masih dalam kondisi mabuk setelah mengonsumsi minuman keras。 Mereka memalang jalan dan menghadang para pengandara yang lewat。

Mendapat laporan dari pemakai jalan,anggota Brimbo datang ke tempat kejadian dan langsung mengejar empat anak Sekolah Menengah Pertama itu。 Otinus meninggal di halaman rumahnya sendiri dengan dua luka tembakan:satu di lengan dan satu lagi di dada。

Sumber gereja mengatakan polisi juga melukai dua teman Otinus。

Kematian Otinus menyulut kemarahan keluarga besar。 Mereka mendatangi dan membakar Kantor Polsek Sugapa。

Lenis mengatakan bahwa idealnya polisi menahan dulu anak-anak yang sedang mabuk itu sebelum dihukum。

“Tidak hanya tembak-tembak begitu,tidak bagus,”kata Lenis。

“Kinerja Polisi di Papua memang harus dievaluasi khusus.Pendekatannya enggak bagus.Kami dalam waktu dekat akan rapat,harus ada evaluasi kinerja Polisi di Papua karena karena kalau seperti itu terus sangat membahayakan,”kata Lenis。

Anggota DPR Papua kecam penggunaan senjata

Sebelumnya,anggota Dewan Perwakiln Rakyat Papua(DPRP)Laurenzus Kadepa juga mengecam tindakan aparat kepolisian yang dengan gampang menggunakan senjata untuk melawan warga sipil di Papua。

“Saya mengecam tindakan biadab anggota Brimob di Sugapa yang dengan sangat gampang menggunakan senjata melawan warga,”kata Laurenzus kepada Rappler pada Sabtu malam,27 Agustus。

“Apa pun pelanggaran yang mereka lakukan,menembak mati bukan cara terbaik untuk menyelesaikan kasus tersebut,”lanjut Laurenzus。

Dia meminta Kepala Kepolisian Daerah(Kapolda)Papua Paulus Waterpauw untuk memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang bertanggung jawab atas kematian Otinus。

“Harus bertanggungjawab.Kapolda Papua harus tegas siapapun oknum Brimob sebagai pelaku.Harus memberikan sanksi sesuai perbuatannya,”kata anggota Komisi I DPR Papua ini。

Kondisi Sugapa sudah aman

Sementara itu,Kapolda Papua Paulus Waterpauw mengatakan pada Senin,29 Agustus,bahwa kondisi di Kota Sugapa sudah tenang dan aman sejak Minggu,28 Agustus。

“Situasinya sudah tenang dan aman sejak hari Minggu,”kata Paulus kepada Rappler。

Menurut Paulus,pihak Kepolisin Papua sedang bernegosiasi dengan keluarga korban untuk menyelesaikan kasus tersebut。

“Wakapolda sedang bernegosiasi orangtua korban untuk kemungkinan(kepolisian)membayar kompensasi,”kata Paulus。

Pada Sabtu malam,Kapolda Paulus mengaku anggota Brimob tidak memberikan tembakan peringatan ketika mengejar pelajar mabuk itu。

“Prosedurnya memang demikian(tembakan peringatan),tetapi saya belum dapat informasi lengkap kondisi yang membuat mereka langsung menembak,”kata Paulus,sambil menambahkan:“Kami akan menginvestigasi peristiwa tersebut secara komprehensif。” - Rappler.com