新闻是有分量的

Pasutri jemaah haji asal Grobogan syok saat dideportasi dari Filipina

2016年9月5日下午4:24发布
更新时间2016年9月5日下午4:31

JEMAAH HAJI BERANGKAT。 Sejumlah jamaah calon haji memasuki pesawat saat keberangkatan kloter pertama jamaah calon haji di Bandara Adi Soemarmo,Boyolali,Jawa Tengah,Selasa,9 Agustus。 Foto oleh Aloysius Jarot Nugroho / ANTARA

JEMAAH HAJI BERANGKAT。 Sejumlah jamaah calon haji memasuki pesawat saat keberangkatan kloter pertama jamaah calon haji di Bandara Adi Soemarmo,Boyolali,Jawa Tengah,Selasa,9 Agustus。 Foto oleh Aloysius Jarot Nugroho / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Rumah berwarna cokelat muda di Desa Kenteng,Toroh,Kabupaten Grobogan,Jawa Tengah ampak lengang pada Senin,9月5日。 Sekilas,nyaris tak ada aktivitas mencolok dari penghuni rumah tersebut。

Namun,tak berselang lama muncul sosok pria paruh baya berjalan dari kejauhan dan langsung menyapa Rappler。

“Jangan dibesar-besarkan lagi,mereka masih syok,”kata Mulyono,adik kandung Susilo,seorang jemaah haji yang gagal berangkat dari Filipina belum lama ini。

Ia pun mengingat kembali bahwa kakaknya baru saja ketiban apes saat hendak naik haji dari Filipina bersama Murni,istrinya。 Susilo,kata dia,awalnya terbuai janji manis seorang agen perjalanan yang menyatakan bisa memberangkatkan haji tanpa mengantre seperti di Indonesia。

Saat menyanggupi pembayaran ongkos naik haji bersama istrinya senilai Rp 240 juta,Susilo lalu kembali mengontak jasa travel yang ada di Jepara。 Sekitar sebulan lalu,mereka pun bertolak ke Jakarta naik bus untuk kemudian diterbangkan ke Negeri Pinoy。

“Padahal pernah umroh.Tapi bulan lalu dia memang naik haji sama istrinya.Sampai Jakarta lalu dilanjutkan ke Filipina.Tapi sampai di sana malah ditangkap,”akunya。

Akibat kasus pemalsuan paspor yang berujung batalnya keberangkatan haji dari Filipina,keduanya kini terlanjur kepalang malu。 Rappler memantau,白鹭Susilo maupun istrinya,menolak menemui tetangganya dan memilih masuk ke dalam rumah。

Keduanya baru saja menempuh perjalanan yang melelahkan dari Filipina sejak Sabtu。 Kemudian mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng pada Minggu 9月4日18:30 WIB malam kemarin dan baru tiba di Semarang naik bus pukul 04:00 WIB pagi tadi。

Kepulangan Susilo dan istrinya disambut haru biru oleh keluarga besarnya。 Maya,putri kesayangannya,bahkan mengaku pasca-kejadian ini orangtuanya akan ke Jakarta agar dapat kembali bekerja。

“Lebih baik pemerintah mengusut kasus penipuan pemberangkatan haji ini.Karena orangtua saya juga jadi korbannya,”kata Maya。

18 jemaah haji asal Jateng telah dipulangkan

Susilo dan istrinya merupakan bagian dari 18 jemaah haji asal Jawa Tengah yang hari ini dijemput langsung oleh pejabat Pemprov di Bandara Soekarno-Hatta。 Mereka sempat menghebohkan publik Tanah Air lantaran ditahan bersama 177 jemaah lainnya akibat terbelit kasus pemalsuan paspor di Filipina。

Sinung Rachmadi,Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Jateng menjelaskan sebenarnya terdapat 19 jemaah yang dipulangkan pada hari ini。

Meski begitu,seorang di antaranya tertahan di Filipina lantaran diminta menjadi saksi di Kedutaan Indonesia。 “Soalnya,satu orang itu dianggap fasih berbahasa Inggris dan bisa menjelaskn apa yang mereka lakukan selama di Filipina,”ujar Sinoeng。

Ia merinci dari 18 orang tersebut,ada 14 orang di antaranya berasal dari Kabupaten Jepara,dua orang dari Blora dan dua orang dari Grobogan。

Para jemaah haji asal Jateng pada Minggu sore pukul 17.30 WIB,tiba dari Filipina lalu dijemput Plh Asisten Kesra Nunuk Hardiati Kepala Biro Sosial,didampingi Kepala Biro Bintal Raharjanto serta Kepala Kantor Perwakilan Pemprov Jateng。 Selanjutnya,mereka pulang naik bus eksekutif menuju三宝垄。

Kepala Biro Bina Mental Setda Jateng,Chumaidah secara terpisah menyebutkan bila 18 jemaah haji tersebut sempat ditampung di Wisma Perdamaian Semarang untuk beristirahat。 “Setelah dirasa fit,mereka dijemput keluarganya masing-masing,”ungkapnya。

“Seorang jemaah yang tertahan di Filipina setahu saya asli Kudus dan dia mewakili mengurus administrasi karena bisa menguasai bahasa Inggris.Yang pasti,semuanya dalam keadaan sehat dan mereka ini adalah korban penipuan,”tutupnya。 - Rappler.com

BACA JUGA: