新闻是有分量的

Sekuriti hadang Ketua BRG,sidak lahan RAPP dibatalkan

2016年9月7日上午1:13发布
2016年9月7日上午1:13更新

CEGAH KEBAKARAN.Presiden Joko Widodo mengumumkan pembentukan Badan Restorasi Gambut,di Istana Kepresidenan,Rabu,2016 Januari 2016. Foto oleh Biro Pres Istana Kepresidenan

CEGAH KEBAKARAN.Presiden Joko Widodo mengumumkan pembentukan Badan Restorasi Gambut,di Istana Kepresidenan,Rabu,2016 Januari 2016. Foto oleh Biro Pres Istana Kepresidenan

雅加达,印度尼西亚 - Kepala Badan Restorasi Gambut(BRG)Nazir Foead membenarkan rombongannya tidak diperbolehkan memasuki lahan konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper(RAPP)di Desa Bagan Melibur,Kabupaten Kepulauan Meranti di Riau oleh sekuriti perusahaan pada Senin,9月5日,lalu。

Ditemani beberapa jurnalis,Nazir dan rombongannya melakukan inspeksi mendadak ke lokasi RAPP di Desa Bagan Melibur pada Sein,9月5日,setelah menerima laporan dari warga bahwa RAPP mengklaim menguasai setengah dari wilayah kabupaten tersebut。

“Perusahaan resah karena laporan masyarakat kepada pemerintah tentang kegiatan perusahaan membuka lahan gambut,dan ini yang membuat kami memutuskan cek ke lapangan,”kata Nazir kepda Rappler,Selasa。

Rombongan Nazir dan beberapa jurnalis dihadang oleh 6 orang sekuriti RAPP di lokasi yang cukup jauh dari pos sekuriti RAPP dengan alasan Ketua BRG itu tidak memiliki izin untuk inspeksi langsung ke lahan RAPP。

Karena dihadang,Nazir memutuskan untuk mundur。 Dia mengklaim telah memiliki bukti dan data terkait laporan masyarakat mengenai sengketa lahan。

“Kami berada di lokasi 30 menit mengambil数据dan wawancara masyarakat,”kata Nazir。

企业传播经理RAPP Djarot Handoko mengatakan bahwa operasional perusahaan sudah sesuai dengan SK Menteri Kehutanan No. 180 tahun 2013。

Mengenai pelarangan masuk yang dilakukan sekuriti perusahaan,ia menyatakan bahwa pihak RAPP sedang melakukan koordinasi dan akan mendiskusikan dengan pihak BRG mengenai pengelolan lahan gambut tersebut。 - Rappler.com。