新闻是有分量的

一周的“庆祝生活”,menghentikan kejahatan tanpa menghilangkan kehidupan

2016年9月7日晚8:34发布
2016年9月7日下午8:34更新

HUKUMAN MATI。 Koalisi untuk Penghapusan Hukuman Mati di ASEAN(CAPDA)menyelenggarakan“一周'庆祝生活'”selama empat hari,9月7日至10日,di Plaza Indonesia。 Foto oleh Sakinah Ummu Haniy / Rappler

HUKUMAN MATI。 Koalisi untuk Penghapusan Hukuman Mati di ASEAN(CAPDA)menyelenggarakan“一周'庆祝生活'”selama empat hari,9月7日至10日,di Plaza Indonesia。 Foto oleh Sakinah Ummu Haniy / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Negara-negara di ASEAN sedang berusaha untuk mengatasi masalah perdagangan gelap narkotika。 Beratnya hukuman terhadap pelaku perdagangan narkotika di Indonesia ditunjukkan lewat beberapa eksekusi hukuman mati yang dilakukan pada setidaknya 18 orang dalam 18 bulan terakhir masa kepemimpinan Jokowi。

Sementara,menurut Koalisi untuk Penghapusan Hukuman Mati di ASEAN(CADPA),hukuman mati terbukti belum mampu menurunkan angka kejahatan narkotika。

“Hukuman mati telah terbukti tidak menurunkan angka kejahatan narkotika,”tutur Ketua国际人权报告标准协会(FIHRRST)sekaligus penasehat CADPA,Marzuki Darusman,dalam acara konferensi pers di Plaza Indonesia,Rabu,9月7日。

Oleh karena itu,CADPA yang terdiri dari人权观察组织(HRWG),FIHRRST,Habibie中心dan LBH Masyarakat,menyelenggarakan rangkaian acara yang bertajuk 一周的“庆祝生活”。

Dengan tema“menghentikan kejahatan tanpa menghilangkan kehidupan”,CADPA ingin memberikan kesempatan bagi publik untuk lebih memahami tentang hukuman mati。

“Kami ingin mengajak melalui media foto serta pameran untuk melihat sisi real dari hukuman mati,”tutur项目经理东盟HRWG sekaligus perwakilan CADPA,Daniel Awigra。

Menurut penuturan Direktur LBH Masyarakat Ricky Gunawan,acara ini juga bertujuan untuk mengubah opini publik yang setuju dengan hukuman mati,karena banyak yang tidak mengetahui kondisi yang sebenarnya saat eksekusi dilakukan。

“Ketika di sel isolasi saya melihat sendiri Zulfikar Ali(salah satu terpidana hukuman mati)duduk di kursi roda dengan tabung oksigen,ini kan tidak pernah disampaikan ke publik,”tutur Ricky menceritakan pengalamannya saat mendampingi para terpidana hukuman mati。

“Wajah seperti ini yang mau kita tunjukkan ke publik dengan harapan berpikir ulang terhadap posisinya mengenai hukuman mati。”

Direktur Habibie中心Rahimah Abdulrahim juga menuturkan hal yang serupa。 Menurutnya,masih banyak yang masyarakat salah paham tentang gerakan anti hukuman mati。

“Masih banyak di luar yang masih menganggap bahwa kami tidak peduli dengan pemberantasan kejahatan narkotika。 Ini justru yang perlu ditekankan,marilah kita cari cara lain,“tuturnya。

Selain研讨会,acara ini juga menampilkan pameran fotografi dari fotografer asal Jepang yang berbasis di New York,Toshi Kazama。 Kazama memiliki rangkaian foto bertajuk Death Row的少年:纪录片探索杨menampilkan realita dari hukuman mati pada anak di beberapa negara。

我遇到了很多刽子手,每个人都问我。 Toshi,请告诉全世界,以便我们不必杀死任何人。 没有人幸福地杀死一个人 (Saya telah bertemu dengan banyak petugas eksekusi mati dan mereka semua berkata pada saya:'Toshi,tolong beritahukan ini kepada dunia agar kami tidak perlu membunuh lagi'.Tidak ada manusia yang senang membunuh manusia lainnya), “ujar Kazama。

Acara ini tidak hanya diselenggarakan di Indonesia。 Sebelum di Jakarta,CADPA telah menyelenggarakan pameran ini sebanyak dua kali,di Timor Leste dan Kamboja。 Setelah Jakarta,acara juga akan diselenggarakan di beberapa negara ASEAN lainnya。

一周的'庆祝生活' akan berlangsung selama empat hari,mulai Rabu,9月7日hingga Sabtu,9月10日印度尼西亚广场。

Berikut jadwal lengkapnya:

-Rappler.com