新闻是有分量的

Turunkan bendera Merah Putih,aktivis tolak reklamasi Bali jadi tersangka

发布时间2016年9月8日上午8:38
2016年10月3日下午4:40更新

Warga Bali berdemo meminta I Gusti Putu Dharma Wijaya dibebaskan,pada 2016年9月7日.Foto dari Twitter / @ Sarasdewi

Warga Bali berdemo meminta I Gusti Putu Dharma Wijaya dibebaskan,pada 2016年9月7日.Foto dari Twitter / @ Sarasdewi

印度尼西亚巴厘岛 - Seorang demonstran yang menolak reklamasi di Bali ditetapkan sebagai tersangka,pada Rabu,9月7日,malam。

我Gusti Putu Dharma Wijaya,salah seorang demonstran tolak reklamasi,ditetapkan sebagai tersangka akibat aksinya saat berdemonstrasi。 Ia menurunkan bendera Merah Putih ketika berdemonstrasi di depan gedung DPRD Bali pada 25 Agustus lalu。

Dharma lantas menaikkan bendera论坛Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa(ForBALI)。

(BACA: )

Warga Banjar Peken,Desa Adat Sumerta,itu ditangkap oleh Polda Bali di tempatnya bekerja pada Rabu malam,sekitar pukul 21:00 WITA。

Ia langsung ditetapkan sebagai tersangka。

“Yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 24 a juncto pasal 66 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera,Bahasa,dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan,”kata kuasa hukum ForBALI,I Made Suardana,di Markas Polda Bali,Rabu malam 。

Setelah menjalani pemeriksaan semalam,Dharma dibebaskan pada Kamis dini hari,9月8日。 Kendati demikian,proses hukum tetap berjalan。

Ditangkap malam hari

Suardana mempertanyakan penangkapan dan penetapan tersangka terhadap Dharma。 Ia membandingkan aksi Dharma dengan支持者sepakbola。

“Bagaimana dengan支持者sepak bola yang mengikatkan bendera di lehernya?”kata Suardana。

Ia juga mengatakan pasal yang dijeratkan kepada Dharma itu tidak tepat。 Sebab,pasal itu mengisyaratkan adanya kebencian terlebih dahulu terhadap aksi penurunan Sang Saka Merah Putih。

“Kalau niat itu ada,baru bisa dijerat,”ujar Suardana。 Menurutnya,saat penurunan bendera,sama sekali bendera kebangsaan印度尼西亚itu tidak diganti dengan bendera lain。

“Tidak diganti。Merah Putih tetap berkibar .Di bawah bendera Merah Putih baru bendera ForBALI,”kata Suardana。

Suardana juga menyayangkan penangkapan terhadap Dharma yang menurutnya di luar prosedur。

“Tiba-tiba malam-malam diambil [ditangkap] .Masih ada cara yang lebih sehat,lebih santun.Kalau begini jelas dia ketakutan,ini teror,”kata Suardana。 -Rappler.com