新闻是有分量的

Bupati Purwakarta larang sekolah beri PR pada siswa

发布时间2016年9月9日上午8:17
更新时间:2016年9月9日上午8:17

Siswa-siswi di Purwakarta,Jawa Barat,dianjurkan lebih banyak habiskan waktu di luar sekolah。 Foto dari Twitter / @ DediMulyadi71

Siswa-siswi di Purwakarta,Jawa Barat,dianjurkan lebih banyak habiskan waktu di luar sekolah。 Foto dari Twitter / @ DediMulyadi71

雅加达,印度尼西亚 - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi melarang guru di sekolah memberi pekerjaan rumah(PR)kepada anak murid dengan alasan agar mengurangi beban mereka。

Kebijakan tersebut diatur dalam Surat Edaran Nomor 421.7 / 2016 / Disdikpora tentang Pemberian Tugas Kreatif Produktif Pengganti Pekerjaan Rumah dan Larangan Pelarangan Karya Wisata yang berlaku sejak 2016年9月5日。

Melalui surat edaran tersebut,pekerjaan rumah akademik harus diganti dengan pengajaran yang bersifat kreatif dan produktif,disesuaikan minat dan bakat anak didik。

Pemerhati perempuan dan anak,Deisti Astriani Tagor,mengatakan kebijakan Bupati Dedi dapat mengurangi beban anak。

“Saya sangat mendukung kebijakan tersebut karena dapat mengurangi beban anak.Jika di sekolah pelajaran sudah cukup,maka PR akademik tidak perlu lagi,”kata Deisti,Kamis,9月8日。

Apalagi,menurut Desti,jika sekolah berlangsung dari pagi hingga sore,maka PR akademik tidak diperlukan。 Waktu luang bisa dimanfaatkan anak dengan bermain,istirahat,dan sejumlah kegiatan nonakademik seperti olahraga dan kesenian。

“Kasihan anak-anak sekarang,mereka sibuk dengan kegiatan akademik.Akibatnya kecerdasan emosionalnya kurang,padahal harus seimbang antara kecerdasan akademik dan emosional,”katanya。

Desti kemudian membandingkan kegiatan anak sekolah sekarang dengan aktivitas pada zaman dulu,yang mana anak-anak lebih menikmati belajar di sekolah karena merasa tidak ada beban。

Sekolah,ujarnya,harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak。 Makanya Bapak Pendidikan Indonesia,Ki Hadjar Dewantara,menyebut sekolah tersebut sebagai taman。

“Oleh karena itu,kami mendukung kebijakan Bupati Purwakarta tersebut,”kata Desti。

Pelaksana Tugas Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia(PGRI),Unifah Rosyidi,mengatakan sebenarnya pemberian PR akademik kepada siswa tidak apa-apa asalkan tidak membebani anak。

“杨pe anan anan janan dibebani dengan adanya PR akademik tersebut,”kata Unifah。 -Antara / Rappler.com