新闻是有分量的

Polda Metro:TGPF kasus Novel Baswedan belum perlu

2017年11月7日下午3:52发布
更新时间:2017年11月7日下午3:52

Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK memberikan keterangan kepada wartawan tentang enam bulan pasca peristiwa penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan di gedung KPK,Jakarta,Rabu(11/10)。 FOTO oleh Sigid Kurniawan / ANTARA

Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK memberikan keterangan kepada wartawan tentang enam bulan pasca peristiwa penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan di gedung KPK,Jakarta,Rabu(11/10)。 FOTO oleh Sigid Kurniawan / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya belum merasa perlu membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta(TGPF)dalam mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan。

“Menurut saya,untuk pembentukan TGPF belum perlu.Karena kami ada progres.Setiap hari,tiap minggu kami anev(analisa dan evaluasi).Ada progres di situ,”kata Argo di Mapolda Metro Jaya,Selasa 2017年11月7日。

Argo mengatakan pengungkapan kasus memang ada yang cepat dan ada pula yang lambat。 Ia mencontohkan banyak kasus di dunia yang juga belum terungkap hingga saat ini。 “Contoh seperti KBRI di Paris tahun 2004,itu ada bom.CCTV bagus,lebih bagus dari Indonesia.Jelas siapa yang meletakkan bom di sana.Sampai sekarang belum terungkap,”katanya。

Ia pun menjelaskan penyidik sudah bekerja dengan memeriksa beberapa saksi dan mengkonfrontasi perihal sketsa wajah terduga pelaku。

“Untuk saat ini kami sudah konfrontasi dengan saksi,apakah benar sketsa sketsa seperti apa,wajah seperti apa.Kemudian kami juga teliti kembali.Setelah dikroscek kembali,akan kami masukkan ke komputer。Nanti kami share,agar masyarakat biar tahu ada saksi yang melihat。 Kami sedang meneliti foto atau sketsa yang dibilang oleh saksi,“katanya。

Perihal pembentukan TGPF,mantan Kabid Humas Polda Jatim ini menyebut banyak kasus yang dibentuk TGPF juga sampai saat ini belum terselesaikan。

“Contoh ada beberapa TGPF-TGPF dibentuk,seperti TGPF Trisakti,sampai sekarang kita belum dapatkan pelaku penembakan.Kemudian ada kasus Munir,sampai sekarang yang berjalan dari penyidik Kepolisian.Kemudian ada cicak vs buaya,itu sama,”ucapnya。

Menurutnya,jika nantinya setiap kasus dibentuk TGPF maka akan berdampak kepada semua kasus yang membutuhkan waktu lama untuk mengungkapnya。 Pengungkapan kasus,lanjut Argo,hanya masalah waktu saja。

“Kalau yang berkaitan dengan hal-hal yang kasus lama belum terungkap,nanti masyarakat semua bisa meminta TGPF.Banyak kasus seperti di Jakarta Barat,ada pembunuhan satu keluarga,belum kami dapatkan pelaku,di Kebon Jeruk juga satu keluarga belum kami dapatkan.Itu masalah waktu saja,“katanya。 -Rappler.com