新闻是有分量的

Kasus KTP elektronik,KPK keluarkan sprindik baru

2017年11月7日下午5:41发布
2017年11月7日下午5:45更新

Juru Bicara KPK Febri Diansyah。 FOTO oleh Sigid Kurniawan / ANTARA

Juru Bicara KPK Febri Diansyah。 FOTO oleh Sigid Kurniawan / ANTARA

印度尼西亚雅加达 - Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)membenarkan telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan(Sprindik)baru dalam pengembangan kasus korupsi dalam proyek pengadaan KTP Elektronik。

“Jadi,ada surat perintah penyidikan di akhir Oktober untuk kasus KTP ektronik ini.Itu Sprindik baru dan ada nama tersangka,”kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK,Selasa 2017年11月7日。

Namun Febri enggan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai nama tersangka atau Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan(SPDP)terkait pengembangan kasus KTP elektronik tersebut。

“Terkait dengan informasi lain yang lebih teknis,misalnya,soal SPDP atau soal nama tersangka atau peran yang lain,kami belum bisa konfirmasi hal itu hari ini,”ujar Febri。

KPK,Febri melanjutkan,akan mencari waktu yang tepat untuk menyampaikan secara lebih lengkap mengenai penetapan tersangka baru ini。

“Humas dan penyidik harus berkoordinasi lebih lanjut,”kata Febri。

Sebelumnya beredar foto surat dengan kop dan cap KPK bernomor B-619 / 23/11/2017 perihal pemberitahuan dimulainya penyidikan tertanggal 2017年11月3日。

Di dalam surat itu disebutkan bahwa pada Selasa,2017年10月31日,telah dimulai penyidikan perkara tindak pidana korupsi dalam pengadaan paket penerapan KTP elektronik。

Surat itu ditujukan kepada Setya Novanto di Jalan Wijaya XIII No. 19,Kebayoran Baru Jakarta Selatan dan ditandatangani oleh Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com