新闻是有分量的

Kritik KBS tukar 420 satwa dengan mobil,pengamat diadili

2016年9月9日下午12:47发布
2016年9月9日下午1:34更新

Singky Soewadjie usai jalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya。 Foto oleh Amir Tedjo

Singky Soewadjie usai jalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya。 Foto oleh Amir Tedjo

SURABAYA,印度尼西亚 - Gara-gara mengeritik pertukaran satwa antara Kebun Binatang Surabaya(KBS)di Jawa Timur dan Kebun Binatang Pematangsiantar di Sumatera Utara,seorang pengamat satwa menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Surabaya。

Singky Soewadjie menjadi tardawa atas laporan Rakhmat Shah,Ketua Umum Perkumpulan Kebun Binatang Seluruh Indonesia(PKBSI)。

Dalam akun Facebooknya,Singky membandingkan kondisi KBS dengan Kebun Binatang Pematangsiantar milik Rakhmat Shah。

Singky menilai kondisi Kebun Binatang Pematang Siantar lebih buruk dibandingkan dengan KBS dan oleh karena itu Kebun Binatang Pematangsiantar tak layak melakukan pertukaran satwa dengan Kebun Binatang Surabaya。

Rakhmat Shah menuduh Singky mencemari nama baiknya dengan status Facebooknya itu 15 Juli 2013 lalu。

Singky dijerat dengan Undang-Undang ITE pasal 27 dan KUHP tentang pencemaran nama baik oleh Kejaksaan Negeri Surabaya。

Tak hanya itu,Singky pun harus ditahan di Rumah Tahanan Medaeng sejak 22 Agustus 2016 lalu,untuk menjalani proses persidangan。

Jaksa beralasan Singky harus ditahan karena ancaman hukuman lebih dari lima tahun dan untuk mempermudah proses persidangan。 Selain itu Singky ditahan agar tak melarikan diri atau menghilangkan barang bukti。

Namun pada sidang kedua pada Kamis,9月8日,Singky bisa bernafas lega。 Sejumlah nama beken bersedia menjadi penjamin agar Singky tidak masuk sel dan menjalani tahanan kota saja。

Nama-nama beken penjamin Singky itu antara lain mantan Wakil Kapolri Oegroseno,pengacara Trimoelya D. Soerjadi,Ismail Saleh Mukadar dan sejumlah nama beken lainnya。

“Kami memohon kepada majelis hakim agar mengabulkan permintaan,agar klien kami hanya menjalani tahanan kota,”kata Subuh Susilo,salah satu pensihat hukum Singky kepada majelis hakim。

Atas permintaan ini,manjelis hakim yang dipimpin oleh Ari Jiwantara,mengabulkan permintaan ini。

“Karena yang menjadi penjamin adalah orang-orang yang mempunyai integritas untuk menegakkan hukum,maka dengan ini kami mengabulkan permintaan tahanan kota ini,”kata Ari sesaat sebelum menutup sidang。

Singky merupakan salah satu tokoh yang mempertanyakan pertukaran sejumlah 420 ekor satwa antara Kebun Binatang Surabaya dengan Kebun Binatang Pematangsiantar。

“Itu bukan pertukaran,namun penjarahan satwa,”kata Singky usai sidang。

Proses pertukaran satwa ini terjadi pada saat KBS ditangani oleh Tim Pengelola Sementara(TPS)Kebun Binatang Surabaya yang dipimpin oleh Tony Sumampau。

Berdasarkan hasil审计时间独立,mereka merekomendasikan agar Kebun Binatang Surabaya harus mengurangi satwa koleksinya karena dianggap over populasi。

Pengurangan satwa pun dilakukan dengan Kebun Binatang Pematangsiantar karena kondisi dinilai lebih baik dibandingkan dengan Kebun Binatang Surabaya。

Yang dianggap janggal adalah 420 ekor satwa dari KBS ditukar dengan mobil operarasional。 Padahal seharusnya untuk mengatasi over populasi,bisa dilakukan dengan dilepasliarkan,suntik mati,atau pertukaran satwa dengan satwa jenis lain,bukan ditukar dengan barang。

Aktivis dari Jakarta Animal Aid Network,Amang Raga juga sepakat jika kondisi Kebun Binatang Pematangsiantar pun sebenarnya tak lebih baik dibandingkan dengan Kebun Binatang Surabaya。

“Paradigma mereka kebun binatang hanya untuk pariwisata.Padahal harusnya kebun binatang itu untuk sarana konservasi satwa,edukasi dan rehabilitasi.Makanya,tak heran jika kondisinya sangat buruk sekali.Tidak mempertimbangkan animal welfare,”ujar dia sesaat sebelum mengikuti sidang。 - Rappler.com。