新闻是有分量的

Profil singkat Wakapolri baru,Komjen Syafruddin

发布时间2016年9月10日上午8:51
更新时间:2016年9月10日上午8:51

Kepala Lembaga Pendidikan Polri Komisaris Jenderal Syafruddin mendampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengikuti rapat kerja dengan Komisi III di Komplek Parlemen Senayan,Jakarta,pada 2016年9月5日。Foto oleh Puspa Perwitasari / Antara

Kepala Lembaga Pendidikan Polri Komisaris Jenderal Syafruddin mendampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengikuti rapat kerja dengan Komisi III di Komplek Parlemen Senayan,Jakarta,pada 2016年9月5日。Foto oleh Puspa Perwitasari / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Komisaris Jenderal Syafruddin resmi menjabat Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia(Wakapolri)menggantikan Komjen Pol Budi Gunawan yang kini mengemban tugas sebagai Kepala Badan Intelijen Negara(BIN)。

Syafruddin,yang sebelumnya memimpin Lembaga Pendidikan Kepolisian(Lemdikpol),menjadi Wakapolri setelah melakukan serah terima jabatan di Ruang Rapat Utama Mabesar Polri,Jakarta,yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian,pada Sabtu,9月10日。

“Saya bersumpah bahwa saya selaku pejabat Polri akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila,UUD 1945,dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,”ujar Syafruddin dalam sumpahnya。

Selain kesetiaan,dia juga berjanji tidak akan melakukan praktik KKN dan gratifikasi serta senantiasa bekerja demi kepentingan masyarakat,bangsa dan negara,bukan kepentingan pribadi serta golongan。

Sebelum menjadi orang nomor dua di Polri,Komjen Syafruddin pernah mengisi beberapa jabatan penting dalam kariernya,antara lain ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2004,Wakil Polda Sumatera Utara,Kapolda Kalimantan Selatan,Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan(Propam Polri)dan mulai menjabat Kalemdikpol pada 2015。

Jabatan Wakapolri digenggamnya setelah penjabat sebelumnya,Komjen Budi Gunawan,diangkat sebagai Kepala BIN oleh Presiden Joko Widodo mulai Jumat,9月9日。

Budi,Wakapolri periode 2015年4月22日至2016年9月9日,menggantikan Sutiyoso杨telah memimpin BIN selama sekitar satu tahun。

Budi Gunawan dilantik setelah mendapatkan persetujuan DPR dalam rapat paripurna pada Kamis,9月8日。 -Antara / Rappler.com