新闻是有分量的

Presiden Duterte izinkan TNI masuki perairan Filipina untuk kejar kelompok Abu Sayyaf

2016年9月11日上午10:08发布
2016年9月11日上午11:55更新

KUNJUNGAN KERJA DUTERTE。 Presiden Joko Widodo(kanan)dan Presiden Filipina Rodrigo R. Duterte(kiri)memberikan keterangan pers bersama di Istana Merdeka,Jakarta,Jumat,9月9日。 Foto oleh Widodo S. Jusuf / ANTARA

KUNJUNGAN KERJA DUTERTE。 Presiden Joko Widodo(kanan)dan Presiden Filipina Rodrigo R. Duterte(kiri)memberikan keterangan pers bersama di Istana Merdeka,Jakarta,Jumat,9月9日。 Foto oleh Widodo S. Jusuf / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Presiden Filipina,Rodrigo Duterte mengatakan dengan jelas,salah satu tujuannya melakukan kunjungan kerja ke印度尼西亚yakni untuk berbicara dengan Presiden Joko Widodo mengenai aksi pembajakan yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf。 Melihat kelompok itu yang masih tetap beraksi,mantan Walikota Davao itu menginginkan tindakan yang keras。

Selain mengizinkan militer印度尼西亚secara resmi masuk ke teritori perairan Filipina di saat terjadi peristiwa darurat,Duterte juga memberikan restu untuk meledakkan kelompok itu。

“Kali ini,kami ingin membuatnya lebih jelas jika terjadi aksi pengejaran di wilayah perairan Indonesia,maka mereka bisa menyeberang。 Pengejaran bisa terus dilanjutkan di perairan internasional。 Dan jika mereka sangat cepat(mereka)bisa ikut masuk ke wilayah perairan Filipina dan meledakan mereka。 Itu kesepakatannya。 Ledakan mereka。 Itu salah kalimat yang sampaikan ke Presiden Widodo,“ujar Duterte di hadapan komunitas Filipina di Jakarta pada Jumat pagi,9月9日。

Tapi,pria yang akrab disapa Digong itu mengingatkan untuk terlebih dahulu menyelamatkan sandera yang diculik oleh Abu Sayyaf。 Saat ini,masih terdapat 10 sandera asal Indonesia dan beberapa ABK Malaysia yang masih disekap oleh kelompok Abu Sayyaf。 Mereka diculik oleh kelompok militan itu di Laut Sulu yang terletak antara Indonesia,Malaysia dan Filipina。

Kelompok Abu Sayyaf dikenal kerap menculik agar bisa meminta uang tebusan。 印度尼西亚berhasil membebaskan 14 sandera dalam dua upaya berbeda,walaupun mereka menolak untuk menjelaskan apakah uang tebusan sempat dibayarkan。

Atasi permasalahan selamanya

Pernyataan itu disampaikan Duterte beberapa jam sebelum bertemu dengan Presiden Joko“Jokowi”Widodo di Istana Merdeka。 Usai keduanya melakukan pertemuan bilateral,Jokowi dan Duterte sepakat untuk meningkatkan upaya tindak lanjut dalam mengatasi aksi pembajakan dan pelanggaran hukum di perairan di wilayah Filipina。

“Kami sepakat untuk mendorong implementasi kerja sama yang sebelumnya sudah berjalan dan efektif untuk mengatasi permasalahan keamanan maritim di area yang menjadi kekhawatiran bersama。 Kami berkomitmen untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan keamanan di Laut Sulu dan area maritim,“ujar Duterte。

Lalu,apa maksud pernyataan bersama itu? Duterte menjelaskan walaupun TNI diizinkan masuk ke wilayah perairan菲律宾人,tetapi tetap akan ada beberapa larangan yang diberlakukan oleh militer印度尼西亚dan Angkatan Bersenjata菲律宾人。

“Sebenarnya ini bukan sebuah peringatan tetapi hanya sebuah pernyataan bahwa kami memutuskan akan mengakhiri permasalahan ini untuk selamanya,”tutur dia。

Yang berbeda dari kesepakatan kali ini,kata Duterte,yakni Pemerintah Filipina mengizinkan negara lain untuk mengejar kapal dan masuk hingga ke wilayah perairan Filipina。

“Hal itu tetap bolah dilakukan hingga ada otoritas Filipina yang kompeten yang akan mengambil alih proses pengejaran,”kata Duterte。

Tetapi,jika proses pengejaran bisa dilakukan di wilayah perairan internasional,maka mereka bisa menangkap atau menghancurkan pelaku pembajakan jika menimbulkan bahaya。

“Tetapi,dengan memasuki wilayah perairan Filipina,maka kami telah sepakat untuk saling berkoordinasi dan jika ada pengejaran,maka untuk sementara waktu mereka bisa menghubungi angkatan bersenjata kami yang ada di sekita sana untuk mengambil alih,karena mereka telah memasuki wilayah yurisdiksi negara lain,” ujarnya memberi penjelasan。

Duterte juga menyebut yang terlibat dalam operasi ini tidak hanya Indonesia dan Filipina saja,tetapi juga Malaysia。

Pernyataan Duterte ini sekaligus menindak lanjuti pembicaraan trilateral Yang telah dilakukan di Yogyakarta pada bulan Mei dan di Bali。 - dengan laporan AFP / Rappler.com

BACA JUGA: